Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 14
Tayang Kamis, 26 November 2009 pukul 16:28 – 17:59 WIB di Indosiar
Samar-samar Deok Man melihat sosok Chil Sook, tanpa sadar sang musuh bebuyutan membawa kejutan terbesar : So Hwa yang masih hidup.
Di istana, utusan dari China disambut oleh Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Suasana sempat memanas ketika permintaan barter kerajaan Shilla ditolak mentah-mentah, pasalnya barang yang diincar adalah buku kalender yang ketika itu merupakan harta yang tak ternilai.
Saat tengah mengamati para pedagang yang memasuki Seorabol, Deok Man (Lee Yo-won) diingatkan oleh Yu Shin (Uhm Tae-woong) supaya menjalankan misi rahasianya dengan sangat hati-hati supaya nama Putri Cheon Myeong (Park Ye-jin) tidak ikut terseret.
Ucapan itu membuat Deok Man meradang, ia langsung membalas ucapan Yu Shin dengan menyebut sang atasan seolah terus mencari kesalahannya. Keduanya sempat terlibat adu mulut seru yang membuat Putri Cheon Myeong tersenyum lebar.
Kembali ke Seorabol setelah belasan tahun, Chil Sook (Ahn Kil-kang) ternyata membawa seseorang : So Hwa (Seo Young-hee). Rupanya saat terjadi badai pasir, Chil Sook berhasil menyelamatkan So Hwa, dan sejak itu tidak terpisahkan dari mantan dayang istana tersebut.
Ketika tengah mengendap-ngendap ke dalam kediaman para pedagang, Deok Man tertangkap basah oleh Bo Jong (Baek Do-bin). Untungnya gadis itu cerdas, ia beralasan hendak menanyakan menu masakan yang bakal disajikan kepada para pedagang.
Begitu melihat para pedagang hendak mendiskusikan masalah penting, Deok Man berinisiatif memecahkan pot bunga supaya ada alasan untuk menguping pembicaraan. Dengan kemampuannya menguasai berbagai bahasa, sudah tentu tidak sulit bagi Deokman untuk mengerti arah pembicaraan para pedagang yang dipimpin Tuan Jang.
Setelah semuanya pergi, pedagang lain bernama Hasha mengeluarkan barang yang selama ini menjadi incaran Mi Shil : bunga Sadaham. Di kediamannya, Mi Shil (Go Hyeon-jeong) sudah mewanti-wanti Mi Saeng (Jung Woong-in) bahwa berapapun harganya, ia harus memiliki bunga Sadaham yang selama ini sudah ditunggu-tunggu kehadirannya.
Untuk mengetahui seperti apa bunga Sadaham, Deok Man berhasil membujuk Joo Bang (Lee Moon-shik) untuk menggunakan keahliannya mencuri. Tanpa kesulitan, Joo Bang berhasil merebut kunci kamar Tuan Jang saat sang pedagang pergi ke kamar kecil.
Rencana pertemuan rahasia antara Tuan Jang yang membawa bunga Sadaham dan Mi Shil diam-diam menarik perhatian dua kubu sekutunya: Se Jong (Dok Go-young) dan Seol Won (Jun Noh-min). Diam-diam, keduanya mengutus putra masing-masing untuk membuntuti Tuan Jang. Dasar apes, keduanya malah tertangkap basah oleh Mi Shil sendiri.
Ketika Mi Shil tengah melakukan negosiasi pembelian bunga Sadaham, yang ternyata adalah sebuah buku, Deok Man diam-diam menyelinap masuk ke kamar Tuan Jang. Saat membuka sebuah kotak, Deok Man sangat kaget melihat barang-barang miliknya saat tinggal di gurun termasuk plakat bertuliskan nama So Hwa ada disitu.
Dengan tubuh menggigil, ingatan Deok Man langsung melayang ke masa silam. Keluar dari ruangan secara terburu-buru, sehingga Joo Bang dan Go Do (Ryu Dam) bingung, Deok Man langsung mengurung diri dikamarnya.
Setelah menuntaskan traksaksi bunga Sadaham, Mi Shil melakukan tugas berikutnya: menegur langsung Se Jong dan Seol Won. Dengan suara tinggi, Mi Shil menyebut bahwa yang dilakukan dua pria itu sama saja berusaha untuk menjadi Mi Shil kedua. Dan bila itu terjadi, mereka hanya perlu membunuh Mi Shil yang asli.
Ucapan itu sukses membuat kedua kubu langsung buru-buru meminta maaf. Sikap dingin Mi Shil tersebut ternyata diikuti oleh sikap mesranya pada Se Jong sang suami dan Seol Won sang kekasih gelap di malam harinya.
Paginya, Mi Shil terkejut saat diberikan kotak berisi bungkus bayi kembar Raja Jinpyeong dan plakat bertuliskan nama So Hwa. Mulutnya langsung ternganga begitu mendengar bahwa kotak itu diberikan oleh seseorang bernama Chil Sook, ia langsung memerintahkan supaya Chil Sook bisa dibawa kehadapannya.
Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 15
Tayang Jumat, 27 November 2009 pukul 16:12 – 17: 19 WIB di Indosiar
Ditemani Mi Saeng (Jung Woong-in), Mi Shil (Go Hyeon-jeong) dan pengiringnya berjalan terburu-buru ke suatu tempat. Diam-diam, Deok Man (Lee Yo-won) mengikuti dari belakang. Malang bagi sang Nang Do, aksinya ketahuan oleh Putra Mi Saeng sekaligus pengawal Mi Shil yaitu Dae Nam Bo (Ryu Sang-wook).
Ditarik paksa untuk masuk, Deok Man sudah dibuat menggigil oleh tebakan Mi Shil yang sudah bisa menebak kalau sang Nang Do tengah melacak keberadaan bunga Sadaham. Namun dugaan Mi Shil sedikit meleset : Deok Man bukan ketakutan akibat mengira buku yang dipegang Mi Shil adalah bunga Sadaham, melainkan karena sadar kalau buku tersebut adalah miliknya.
Mi Shil melihat keseluruhan isi buku Parallel Lives yang ditulis dalam bahasa Yunani.
Αα-Alpha; Ββ-Beta; Γγ-Gamma; Δδ-Delta; Εε-Epsilon; Ζζ-Zeta; Ζζ-Eta; Θθ-Theta; Ιι-lota; Κκ-Kappa; Λλ-Lambda; Μμ-Mu; Νν-Nu; Ξξ-Xi; Οο-Omicron; Ρρ-Rho; Σσς-Sigma; Ττ-Tau; Υυ-Upsilon; Φφ-Pi; Χχ-Chi; Ψψ-Psi; Ωω-Omega
Mulai sadar kalau Chil Sook (Ahn Kil-kang) dikirim oleh Mi Shil, Deok Man hanya terdiam saat wanita itu menyindir kesetiaannya pada Putri Cheon Myeong (Park Ye-jin). Dengan suara penuh keyakinan, Mi Shil menyebut pada dasarnya manusia adalah jahat. Keberhasilan Deok Man dalam menjawab membuat Mi Shil terkesan, ia sempat meminta sang Nang Do untuk bekerja padanya.
Begitu Deok Man menolak, Mi Shil dengan santai menyuruhnya keluar. Ucapan itu membuat Mi Saeng terperangah, namun Mi Shil menyebut potensi Deok Man yang begitu besar membuatnya tidak tega membunuh ‘pemuda’ itu terlalu cepat. Rupanya, diam-diam Mi Shil punya strategi untuk menarik Deok Man.
Paginya saat bangun, Deok Man dikejutkan oleh kemunculan Seok Bum (Hong Kyung-in) di markas klan Kembang Naga yang menyerahkan surat dari Mi Shil. Keruan saja semuanya terkejut, Deok Man yang tidak sadar kalau dirinya dijebak masuk ke dalam kamar untuk membaca pesan yang disebut-sebut Seok Bum sebagai jawaban Mi Shil dari pertanyaan Sang Nang Do di malam sebelumnya.
Tak lama kemudian, Yu Shin (Uhm Tae-woong) muncul dan meminta Deok Man menunjukkan surat dari Mi Shil.
Dengan wajah bingung, Deok Man menyerahkan surat sambil menyebut ada sejumlah kejanggalan. Sikap polos Nang Do itu malah disalahartikan oleh Yu Shin, ia mengira Deok Man sengaja mengaburkan sejumlah huruf di surat.
Dalam waktu singkat, kecurigaan kalau Deok Man telah berpindah ke pihak Mi Shil menyebar dengan cepat. Tidak cuma di kalangan hwarang, gosip meresahkan tersebut juga tengah jadi pembicaraan di kalangan bangsawan istana. Dengan susah-payah, Putri Cheon Myeong berusaha membela Deok Man.
Dengan usaha keras, Bo Jong dan Seok Bum berhasil menemukan Chil Sook, yang sudah berniat meninggalkan Seorabol untuk hidup tenang bersama So Hwa (Seo Young-hee). Sempat terjadi pertempuran sengit, Chil Sook yang begitu hebat ternyata punya kelemahan : pandangan matanya sudah kabur.
Chil Sook bersiap untuk bertarung saat Dae Nam Bo datang dan Mi Shil tiba. Chil Sook mencoba memfokuskan matanya dan ketika mendengar suara Mi Shil ia memberi salam. Mi Shil tercekat dan berkata sudah lama sekali. So Hwa berusaha menyembunyikan diri di belakang Chil Sook.
Chil Sook minta ampun dan ingin pergi tapi dihadang Bo Jong dkk. Disinilah keistimewaan Mi Shil yang membuatnya disegani para anak buah terlihat : ia benar-benar meneteskan air mata melihat penderitaan Chil Sook. Mi Shil terisak dan ia teringat pengabdian Chil Sook padanya. Mi Shil bertanya mengenai misi yang diberikannya pada Chil Sook, Chil Sook berkata So Hwa dan anak itu sudah tewas jadi Chil Sook ingin pergi. Mi Shil bertanya siapa So Hwa, ia hanya seorang wanita yang kehilangan anaknya dan Chil Sook menolongnya. Setelah mendengar cerita sang mantan pengawal, Mi Shil bertekad untuk membuat Chil Sook bisa melihat kembali secara normal seperti sebelumnya. Tanpa ragu-ragu, Mi Shil meminta Chil Sook kembali ke Seorabeol bersamanya. Chil Sook menolak, Mi Shil mengerti pendirian Chil Sook, tapi ia tetap ingin mengobati mata Chil Sook. Akhirnya Chil Sook mengikuti Mi Shil.
Mi Shil mengobati mata Chil Sook di kuil di gunung Toham dengan diam-diam.
Saat pesta yang diadakan Raja hampir selesai, Pedagang India dan Jang Dae berbicara dalam bahasa Latin. Deok Man mencuri dengar, mereka ingin mengambil keuntungan dari kedua belah pihak, tapi Jang tidak setuju. Jang lupa masih berbahasa Latin dan minta Deok Man menyajikan teh.
Kebingungan oleh sikap rekan-rekannya yang terlihat agak menjauh, Deok Man melakukan kesalahan ketika tengah mengamati Tuan Jang dan para pedagang : ia langsung mematuhi perintah Tuan Jang — menyajikan teh permintaan mereka — yang berbicara dalam bahasa Latin. Pedagang Harsha curiga Deok Man mengerti bahasa mereka. Keruan saja, rahasianya yang selama ini bisa berbicara tidak hanya dalam bahasa Gyerim terbongkar.
Keadaan Deok Man makin tersudut ketika dirinya diminta menemui Mi Saeng dikediaman sang pejabat istana, Nang Do itu kebingungan ketika dirinya hanya diminta duduk diam tanpa bicara apa-apa. Mi Saeng memuji Deok Man karena bantuannya tentang nasi kari. Mi Saeng minta Deok Man mengikutinya, ia menyuruh Deok Man masuk dan ia keluar sambil tersenyum, ia tahu Deok Man diikuti. Joo Bang tidak dapat mendengar apapun karena Mi Saeng hanya duduk dan mengelus kumisnya. Go Do lapor pada Kim Yu Shin. Mi Saeng dan Deok Man menghabiskan waktu dengan minum teh. Deok Man akhirnya keluar dan ditarik Joo Bang yang bertanya tentang pertemuannya dengan Mi Saeng. Deok Man tidak dapat mengatakan apapun. Yu Shin yang tidak tahan lagi langsung menuduhnya telah tergiur oleh uang Mi Saeng, dan adu mulut sengit terjadi antara keduanya.
Tidak ada pilihan lain bagi Deok Man kecuali datang ke tempat Mi Shil, dengan cepat ia menyatakan siap melayani wanita penuh tipu-daya itu. Permintaan awal Mi Shil hanya satu : Deok Man diminta untuk datang pada malam hari untuk menerjemahkan buku berbahasa Latin yang diberikan oleh Chil Sook.
Baru saja keluar, tiba-tiba Deok Man ditarik oleh dua orang misterius yang ternyata adalah bawahan Putri Cheon Myeong. Dihadapkan dengan sang putri yang didampingi Yu Shin, akhirnya baru ketahuan bahwa Deok Man ternyata sudah bisa membaca strategi Mi Shil dan hanya pura-pura menyeberang ke kubu musuh bebuyutan Putri Cheon Myeong itu.
Setelah diberitahu tentang apa yang harus dilakukan, Deok Man berjalan ke kediaman Mi Shil untuk menjalankan tugasnya. Siapa sangka ditengah jalan, ia bertabrakan dengan seseorang berperawakan tinggi besar. Mata Deok Man langsung terbelalak ngeri saat sadar siapa orang itu : Chil Sook.
Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 16
Tayang Selasa, 1 Desember 2009 pukul 16:30 WIB di Indosiar
Kebencian yang membara nyaris saja membuat Deok Man menusuk Chil Sook dengan belati sampai ia sadar kalau penglihatan pria itu sudah rabun. Sempat menanyakan apakah Deok Man (Lee Yo-won) tidak apa-apa, Chil Sook (Ahn Kil-kang) langsung pergi terburu-buru begitu mendengar suara-suara orang mencarinya. Rupanya, kehebohan disebabkan oleh menghilangnya So Hwa (Seo Young-hee), yang belakangan bisa ditemukan kembali.
Seo Ri berkata So Hwa pasti tersesat. So Hwa mengenal benar tempat itu karena dulu ia dan Raja Jinpyeong sering bermain disitu. Deok Man mengikuti Chil Sook. Chil Sook menanyakan So Hwa dan lega saat So Hwa ditemukan. Dayang istana melihat Deok Man dan bertanya apa yang ia lakukan di tempat ini karena ini tempat khusus wanita. Deok Man berkata ia mencurigai sesuatu dan sebagai Nang Do ia harus memeriksa. Deok Man tetap diminta untuk pergi.
Belum tahu kalau ibunya masih hidup, Deok Man cuma bisa termenung sambil meneteskan air mata, ia sadar kalau Mi Shil-lah yang mengirim Chil Sook untuk memburunya saat di padang gurun. Semakin penasaran tentang jati dirinya, keesokan paginya, Deok Man menemui Putri Cheon Myeong. Sedang sang putri bersandiwara dengan berlaku dingin pada Deok Man. Deok Man minta waktu bertemu. Deok Man lapor pada Cheon Myeong bahwa Chil Sook sudah kembali ke Seorabol. Cheon Myeong kaget. Deok Man berkata bahwa tugas Chil Sook adalah untuk menangkapnya. Deok Man tidak tahu alasannya, itulah yang akan ia cari, itulah alasan mengapa ia pergi ke Shilla untuk menemukan alasan dan identitasnya yang sebenarnya.
Deok Man memperlihatkan lukisan So Hwa pada Cheon Myeong dan berkata So Hwa adalah ibunya. Deok Man ingin Mi Shil mengaku padanya mengapa ia ingin membunuh ibunya dan dirinya.
Deok Man berkata Chil Sook ada di Kaputren. Cheon Myeong heran, Kaputren ‘kan hanya untuk wanita, tidak mungkin pria dapat masuk. Deok Man yakin ada jalan rahasia jadi ia berharap Cheon Myeong masuk dan mencari informasi untuknya. Sang Putri setuju.
Cheon Myeong mengembalikan lukisan So Hwa. Saat mengemasnya lagi, secara tidak sengaja, Sang Putri melihat belati kecil Deok Man (milik Raja Jinheung) jatuh. Cheon Myeong memungutnya dan berkata apa ini milik Deok Man dan dia mengagumi keindahan belati itu. Deok Man mengiyakan.
Pagi harinya, Pendeta Seo Ri (Song Ok-sook) meminta Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) untuk upacara ritual untuk menghindari bencana dari Langit. Seperti yang sudah diduga, Mi Shil-lah yang diminta sebagai penanggung jawab. Setelah sekian tahun hidup damai, keruan saja berita tentang bakal diadakannya upacara ritual menjadi bahan pembicaraan yang meresahkan rakyat.
Pasalnya, upacara kerap diiringi sejumlah kejadian yang tidak bisa dijelaskan. Kubu Raja Jinpyeong sendiri sadar upacara ritual kerap digunakan oleh pihak Mi Shil untuk mengajukan permintaan yang tidak masuk akal. Repotnya lagi, apa yang diramalkan Mi Shil tidak pernah meleset.
Setelah mendapat petunjuk dari Pendeta Wyol Cheon, Mi Saeng (Jung Woong-in) telah menyiapkan rancangan strategi untuk membuat rakyat tunduk dengan menggunakan patung Buddha dan kacang kedelai mentah. Dibalik gayanya yang santai dan ketidakmampuan di bidang bela diri, Mi Saeng rupanya memiliki otak brilian dan mampu memikirkan hal yang belum bisa dipikirkan oleh dimasanya.
Begitu mendapat kesempatan bersama Mi Shil, Deok Man tanpa henti bertanya pada sang pemegang segel kerajaan tentang banyak hal, yang dijawab Mi Shil dengan sabar. Yang menarik, Mi Shil punya konsep menarik tentang penguasa : sampai kapanpun, seorang raja tidak akan mampu memenuhi keinginan rakyatnya yang begitu beragam.
Kebersamaan dengan Mi Shil membuat Deok Man mulai mendapat banyak hal dari wanita yang disebut-sebut sebagai harta sekaligus racun kerajaan Shilla tersebut, namun ia langsung terbelalak saat Mi Shil menyebut tidak percaya dengan apa yang dinamakan ‘Kehendak dari Langit.’
Di tengah rapat para hwarang, Putri Cheon Myeong mengajukan diri untuk mendampingi Mi Shil dalam mempersiapkan upacara ritual dan menunjuk Yu Shin (Uhm Tae-woong) sebagai pembantu utamanya. Setelah rapat selesai, Yu Shin dipanggil untuk menghadap Mi Shil.
Mi Shil berkata, dalam ritual ini ia selalu mendapat wahyu dari surga. Ia membujuk Kim Yu Shin untuk bergabung di pihaknya. Dengan gayanya yang khas, Mi Shil mengingatkan akan nasib bangsa Gaya sambil mengingatkan Yu Shin untuk tidak menjadikan dirinya sebagai musuh. Kim Yu Shin merasa berterima kasih tapi hanya ada satu cara membuat Kim Yu Shin bergabung dengan Mi Shil, yaitu Mi Shil harus membunuhnya. Kim Yu Shin hanya akan bergabung dengan Mi Shil kalau ia mati.
Yu Shin membuat Mi Shil marah, ia bertanya apa Kim Yu Shin tahu jalan apa yang akan ditempuhnya di masa depan. Yu Shin berkata ia belum memutuskan jalannya. Yu Shin permisi pergi setelah sebelumnya meminta Mi Shil tidak mengancam ayahnya dan Putri Cheon Myeong. Mi Shil berkata tidak peduli sebesar apapun seseorang, ia memerlukan bantuan dari kuasa yang lebih tinggi atau surga. Mi Shil menulis 3 karakter bahasa Cina, Ren (Orang), Li (Kekuatan), dan Kou (Mulut), kombinasi ketiga karakter ini membentuk Ga Ya. Kim Yu Shin tidak peduli dan pergi.
Bo Jong masuk dan tidak akan melepaskan Yu Shin. Mi Shil memintanya melepaskan masalah ini. Mi Shil dapat melihat Kim Yu Shin akan menjadi orang besar. Dia tahu Yu Shin tidak takut padanya.
Deok Man dan Yu Shin berjalan di selasar. Yu Shin berkata ia akan bertugas sebagai Jae Rang. Deok Man senang, itu berarti Yu Shin memiliki kesempatan menyelidiki tempat itu. Deok Man berkata, ada satu tempat di Royal Celestial Shrine yang hanya diketahui oleh Mi Shil. Kim Yu Shin bertanya mengapa Deok Man meminta bantuan Cheon Myeong, bukan dirinya.
Ritual dimulai. Strategi Mi Shil memang luar biasa, ia mampu membuat para anggota keluarga kerajaan, terutama Putri Cheon Myeong, dan rakyat bertekuk-lutut dengan meramalkan munculnya patung Buddha dari dalam tanah di wilayah Nahjong.
Mengaku mendapat perintah dari Langit, Mi Shil meminta Raja Jinpyeong untuk mengusir bangsa Gaya dari pinggiran kota Seorabol. Tidak main-main, bila kehendak dari Langit itu tidak dituruti, maka dalam waktu tiga hari bakal terjadi gerhana bulan.
Deok Man dan Yu Shin tidak percaya begitu saja, namun keduanya terkejut saat di tempat terpisah, mereka sama-sama melihat bulan menghilang untuk sesaat, yang sekaligus menjadi bukti kalau ramalan Mi Shil telah menjadi kenyataan. Dengan lemas, Deok Man melangkah ke kediaman Mi Shil untuk meneruskan tugasnya menerjemahkan buku berbahasa Latin.
Siapa sangka, Mi Shil malah menyampaikan hal mengejutkan : ia sudah tahu kalau Deok Man adalah mata-mata Putri Cheon Myeong. Tidak ragu menyebut kalau bunga Sadaham adalah buku penanggalan tentang kejadian alam yang bakal terjadi, Mi Shil menantang Deok Man dan kubu Putri Cheon Myeong untuk melawannya.
Di tempat terpisah, Putri Cheon Myeong berlutut di kuil sambil menangis, ia mengira kalau Mi Shil benar-benar utusan dari langit sehingga tidak bisa dikalahkan. Ditengah kesedihannya, tiba-tiba tangan Putri Cheon Myeong dibelai dengan lembut oleh seorang wanita.








